Suatu hari saya mendapat telpon yang kode nomer depannya sangat asing bagi mata saya, tidak umum seperti biasanya, ternyata setelah saya angkat itu nomer Timor Leste. Saya sempat terkejut dan sempat berpikir, apakah ada anggotanya Xanana Gusmao yang mau menangkarkan MB di Timor Leste sana. He…he.

Orang itu akhirnya mengenalkan dirinya bernama ROHMAT asal Demak, Jawa Tengah. Mas Rohmat menjabarkan niatnya untuk menangkarkan MB dalam skala besar. Dari nada bicaranya Mas Rohmat sangat antusias, bertanyanya juga sangat detail sekali. Sebelumnya Mas Rohmat sudah sukses menangkarkan burung Love Bird, sekarang jumlah indukannya sudah mencapai 100 pasang. Berhubung harga Love Bird sekarang sedang turun, Mas Rohmat banting stir berpaling kepada Murai Batu.

Kami sarankan, agar dia tidak mengambil indukan yang sudah produksi, karena selain harganya relativ lebih mahal, juga tetap saja burung-burung ini akan mengalami stres dulu, macet berproduksi dulu untuk sementara waktu. Ini erat kaitannya dengan faktor adaptasi dengan suasana lingkungannya yang baru. Ada juga yang tidak perlu beradaptasi lagi, tetapi dari pengalaman kami sendiri lebih baik kita menghitung dengan kasus yang paling pahitnya dulu saja.

Saat itu Mas Rohmat bertutur akan berkunjung ke penangkaran kami pada pertengahan bulan Oktober, ternyata sampai waktu itu kandang-kandang Mas Rohmat belum selesai juga, sehingga diundur untuk waktu yang belum ditentukan. Tetapi Mas Rohmat menekankan sebelum pergantian tahun pasti akan berkunjung ke tempat kami, dan untuk menunjukan keseriusannya Mas Rohmat mentransfer uang sebagai tanda jadi. Ternyata sebelum pergantian bulan Nonember/Desember Mas Rohmat sudah menelpon saya lagi, memberitahukan bahwa dia akan berkunjung pada tanggal 26 November.

Malam tanggal 25 November Mas Rohmat menelpon saya bahwa dia sudah berangkat dari Demak menuju Jatibarang. Rombongan Mas Rohmat tiba di Jatibarang sekitar jam 06.30an, sengaja kami biarkan mereka untuk beristirahat dulu di kamar tamu yang sudah kami siapkan. Yang membuat saya kaget ketika saya tiba di penangkaran adalah kehadiran sebuah mobil minibus parawisata. Mas Rohmat sengaja rental mobil minibus parawisata untuk menjemput burung-burungnya. He…he. Saya menghargai keseriusannya untuk menangkar MB. Setelah bertatap muka ternyata orangnya masih muda. Seperti biasanya, saya beri kesempatan kepada setiap tamu untuk berkeliling melihat kandang-kandang indukan kami, sarana dan prasarana Sekolahan Burung kami.

Saya sendiri kepingin tahu bagaimana kehidupan di Timor Leste yang sebenarnya, terutama sebagai perantauan yang berkebangsaan Indonesia. Seperti kita ketahui Indonesia pernah bermasalah dengan Timor Timur, sebelum berganti menjadi Timor Leste. Mas Rohmat bertutur apa adanya saja, jelas dan lugas. Intinya, tidak separah seperti yang kita bayangkan, masih ok lah. Selain itu Mas Rohmat bercerita pengalaman hidupnya, membangun usaha Rumah Makan di Timor Leste. Jatuh bangun sudah dia alami semua, pokoknya mantap deh ambisinya. Mas Rohmat berencana akan mendirikan sebuah rumah makan ikan bakar di jalur Pantura Semarang-Demak. Ke depan, untuk mengisi waktu luangnya Mas Rohmat bercengkerama dengan burung-burung MBnya, jika sudah menetap di tanah air lagi.

Akhirnya Mas Rohmat menjatuhkan pilihannya pada kandang AK-47, LEAK, KARATE KID dan pasangan dari trah MERAPI, selain itu pasangan dari trah NIRWANA juga dan 2 ekor MB betina sebagai cadangannya. Mudah-mudahan Mas Rohmat selalu diberi kemudahan dalam mengembangkan burung Murai Batu. Amin…

 

TO DSC04873 SKL BF

TO DSC04874 SKL BF

TO DSC04875 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

3 Comments

  1. wah diborong lagi nih pakaji.peternak dari timor leste,he..he..

  2. Hadir..

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>