Setelah menhadiri pelucuran Layanan Keuangan Mikro yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang dilakukan Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo di Tempat Pelelangan Ikan Karangsong, Indramayu, Kamis (18/12) para pejabat tinggi BRI Pusat, termasuk diantaranya Direktur BRI, Jarot, Pimpinan BRI Wilayah Kantor Bandung, Pardiman, bersama jajarannya menyempatkan diri mampir ke Mabes SKL BF. Wuah hari itu adalah hari yang sangat istimewa bagi saya, karena Bapak Jarot langsung memimpin rombongannya melihat-lihat penangkaran kami sebelum kembali ke Jakarta. Mengapa sangat istimewa? Seperti yang kita ketahui semua, seorang Direktur BRI, biasanya hanya mengurusi urusan-urusan yang besar saja, tetapi kali ini beliau menyempatkan diri berkunjung ke daerah-daerah untuk mengetahui bagaimana pelayanan BRI terhadap konsumennya. Mungkin ini bisa dibilang Blusukan ala BRI. He…he.

Saya tidak menyangka, di dalam rombongan itu ada Direktur BRI Pusat dan Pimpinan Wilayah BRI Kantor Bandung, karena staf BRI Jatibarang juga memberitahukannya mendadak dan tidak menyebutkan siapa yang akan berkunjung ke tempat kami. Saya pikir yang berkunjung Pak Wisto, Kepala Inspektorat BRI Bandung dan Pak Joni, Wakil Pimpinan Wilayah BRI Kantor Bandung, saja yang sudah saya kenal dengan akrab. Eh begitu saya tiba di penangkaran kok banyak mobil sekali, tidak seperti biasanya. Mereka sudah melihat-lihat masuk ke gedung penangkaran kami, karena kedekatan kami dengan Pak Wisto dan Pak Joni, sehingga mereka sudah menganggap penangkaran kami seperti rumah mereka sendiri. Terutama Pak Wisto yang memang merupakan Muraimania sejati juga.

Saya dikenalkan satu per satu oleh Pak Reinhard, saat ini selaku Pimpinan BRI Cabang Jatibarang, siapa yang berkunjung saja saat itu.

“Ini Pak Pardiman, Pimpinan Wilayah BRI Kantor Bandung,” Pak Reinhard mengenalkannya kepada kepada saya, seraya berbisik Pak Direktur lagi di dalam blok penangkaran melihat-lihat burung. Saat itu saya tidak ngeh, malah saya sempat berpikir, kan di Kantor Bandung yang tertinggi itu adalah Pimpinan Wilayah (Pimwil), apa masih ada yang lebih tinggi lagi di Bandung sana gitu? Dan saya pun memang baru pertama kali bertemu muka dengan Pimwil Bandung ini, tampak masih muda dan energik. Akhirnya dari dalam blok penangkaran kami muncul seseorang yang tampak lebih tua dari yang lain-lainnya, dan dikenalkan kepada saya dengan sebutan Pak Direktur, tetap saja saya masih tidak ngeh, dan jujur masih bertanya-tanya di dalam hati saya, masak iya di Kantor BRI Bandung masih ada yang lebih tinggi dari Pimwil?

Ketika orang yang disebutkan tadi sebagai Direktur membelakangi saya, saya bertanya sambil berbisik kepada Pak Joni yang sudah saya kenal baik.

“Tinggi mana Pimwil dengan Direktur Pak Joni?” tanya saya. Pak Joni langsung menjawab, “Tinggi Direktur Pak.”

“Jadi itu siapa yang disebutkan sebagai Direktur,” tanya saya masih penasaran.

“Itu Pak Jarot adalah salah satu Direktur kita di BRI Pusat,” jelas Pak Joni.

Sontak saya kaget mendengar namanya, saya hanya tahu namanya dari media cetak maupun elektronik saja, tapi jujur, tidak pernah tahu orangnya. Maklum orang yang tinggal di kampung. He…he. Dari tadi saya tidak ngeh, intinya tidak menduga, karena saya tidak pernah berpikir, bahwa seorang Direktur BRI Pusat akan berkunjung ke penangkaran kami yang berada di Kecamatan saja. Jujur, saya merasa terhormat sekali dengan kunjungan para Bapak-Bapak ini.

Seperti ada pepatah, padi yang semakin berisi akan semakin menunduk, itulah kepribadian Pak Jarot. Sangat ramah, kebapakan, dan pastinya orang yang sangat simple. Jika tidak, yah mana mungkin akan menduduki jabatan direksi pada salah satu bank BUMN terkemuka di negeri kita ini, yaitu BRI.

Saya pribadi adalah nasabah BRI Jatibarang yang setia semenjak 21 tahun yang silam, dan sampai hari ini pun Alhamdulillah masih merupakan nasabah BRI yang setia. Saya bisa bertahan sampai segitu lamanya, karena tidak lain yaitu BRI tidak pernah mengecewakan nasabahnya, terutama kepada saya pribadi. Tidak sedikit bank-bank lain yang mengajak bermitra dengan saya, tetapi sayangnya saya adalah penganut monogami. He…he.

Pada kesempatan ini kami, segenap keluarga besar SKL BF di Jatibarang, sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kunjungannya ke gubuk kami, dan mohon maaf kami jika penyambutan kami kurang optimal. Sampai jumpa lagi…

 

K DSC05335 SKL BF

K DSC05336 SKL BF

K DSC05331 SKL BF

K DSC05337 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

10 Comments

  1. tidak sekalian indent MB yang super mewah tuh pakaji,hi..hi…

  2. Ass.met pagi Pak Haji….
    Wah seperti dpt durian runtuh ya Pak
    Semoga SKL tambah sukses dan semakin berkibar di kalangan kicau mania

    Wass,
    $etyo

    • @Setyo, Wlkmslm met pagi Mas Setyo…
      Mungkin maksudnya durian jatuh yah Mas Setyo. He…he.

      • kalau durian runtuh berarti sama pohon-pohonnya pakaji

        • @Budiyanto, ha…ha. Iya roboh itu sih Mas Budi.
          Mungkin Mas Setyo baru bangun tidur nulis komentnya. Hi…hi.

  3. Ass Pak Haji
    Xixixixi…mhn maap salah tulis….jujur sy surprise baca artikel kunjungan Bapak pimpinan BRI….ternyata apapun jabatannya dan sesibuk apapun pekerjaanya…kalo dasarnya kicau mania akan tetep kicau mania…top tenan !!

    • @Setyo, iya Mas Setyo. Itu kelebihannya dalam dunia kicaumania.

  4. ass, pak haji. ini saya pak deni dari kicau brebes. anakan jantan pasaran berapa harganya pak? hehehehe… matur nuwun

    • @Deny Eo, silahkan telpon langsung saja, karena sangat variativ. Makasih…

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>