Sekolahan Burung SKL sekarang akan membatasi waktu burung-burung yang di sekolahkan disana. Terutama bagi pemiliki burung yang tidak pernah mengindahkan aturan main pembayaran SPP burungnya.

Setiap awal- dan pertengahan tahun kami sudah selalu memberikan pengumuman tata cara pembayaran SPP burung di tempat kami yaitu, paling lambatnya dibayar 6 bulan di belakang. Apabila aturan main ini tidak ditaati oleh pemiliknya, maka Asuransi Jiwa si burung akan hangus dengan sendirinya.

Bayangkan saja, saya sudah harus menutup dulu gajih perawat burung kami selama 6 bulan di depan, tapi kok tetap saja ada beberapa konsumen SKL yang tidak berperasaan/tidak peka terhadap hal ini. Padahal saya membayar gajih perawat burung kami ini dengan uang beneran loh, jadi bukan pakai daun, atau pakai uang mainan monopoli.

Giliran burungnya mati, hilang atau terbawa maling pada kemrungsung/galau di dunia maya bahwa, burungnya yang sedang di sekolahkan di SKL mendapat musibah, tapi tidak diganti oleh pihak SKL. Coba tanyakan kepadanya, apakah dia taat membayar uang SPPnya? Masak iya setahunan lebih tidak pernah membayar uang SPP sepeserpun juga? Dimana perasaannya? Apakah dia kelupaan atau apa alasannya saya tidak tahu jelas, tapi yang jelas kami selalu mengingatkan kepada segenap konsumen SKL melalaui pengumuman-pengumuman yang kami kumandangkan setiap awal dan pertengahan tahun di website ini.

Ada kasus lain yang mana pemilik burungnya tidak pernah membayar SPP selama 3 tahunan lebih, kebetulan burungnya juga masih hidup, tapi saya anggap orang ini “masih fair” dengan mengakui kesalahannya bahwa ia tidak bisa melunasi uang SPPnya. Jadi, akhirnya dia menyerahkan sepenuhnya burung itu kepada kami.

Kami tidak mungkin menelpon satu per satu untuk mengingatkan pembayaran SPP burung yang sedang di sekolahkan di tempat kami, karena kami bukan Debt Colector. He…he.

Agar hal-hal yang seperti ini ke depannya tidak terulang lagi, maka kami mohon dengan sangat untuk sama-sama saling pengertian agar hubungan kita tetap terjalin baik.

Dengan besaran uang SPP yang hanya 300ribu per bulan, sudah termasuk Asuransi Jiwa si burungnya, (mohon maaf sebelumnya) kami tidak akan bisa memperkaya diri kok. Sebetulnya itu hanya sebagai bentuk tanggung jawab moril dari pihak kami saja. Dan juga tidak wajib harus menyekolahkan burungnya di tempat kami. Justru kami akan lebih senang, jika burung itu langsung dibawa oleh pemiliknya setelah bertransaksi. Jadi sekali lagi tidak ada kewajiban burung itu harus di sekolahkan di tempat kami.

Ada lagi kasus yang sangat menggelikan hati ini, yaitu awalnya konsumen SKL ini menyekolahkan burungnya di tempat kami semenjak masih trotolan. Setelah selesai mabung kami kirimkan dan dirawatnya sendiri, kemudian setelah 6 bulanan lebih, saya ulangi lagi…setelah 6 bulanan lebih, berada di tangannya tiba-tiba burung tersebut tidak mau makan dan akhirnya sampai berujung pada kematiannya. Tapi kok bisa-bisanya dia menggerutu di belakang yaitu, intinya SKL yang disalahkan. Kok bisa sampai segitunya yah? Lah…emangnya saya ini Malaikat Pencabut Nyawa atau apa? Kan dia sendiri yang merawat burung miliknya itu dan sampai sudah segitu lamanya bahkan, sempat sampai memuji-muji suara burung tersebut yang katanya tajam dan sangat feeling terhadap burung itu sehingga burung tersebut sempat disayang-sayangnya.

Giliran burungnya mati kok saya yang disalahkan. Yo opo iki Rek? Seharusnya dia tahu risiko bermain dengan barang bernyawa, karena dia bukan pemula sebagai Kicaumania. Atau, dia curiga burungnya saya santet atau bagaimana yah, saya tidak tahu pemikirannya. KETERLALUAN, kata salah satu judul lagu Bang Haji Rhoma Irama sih. Ono-ono wae wong urip iki. He…he.

Yah begitulah variasi kehidupan di dunia ini. Alhamdulillah model orang yang seperti ini cuman 2 orang saja, tapi saya perlu meluruskan kasusnya agar kejadian yang seperti ini ke depannya tidak terulang lagi. Maka dari itu mohon kerja samanya kepada segenap konsumen SKL agar SPP burung selalu tepat diselesaikan yaitu paling lambatnya 6 bulan setelah terlewati.

Mudah-mudahan ke depan kejadian-kejadian yang serupa tidak sampai terulang lagi. Amiiinnn…

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. Wihh segitunya ya pak haji. Untung saya. Uda bayar lunas sekolahnya 1 tahun ya pak haji.heheh

    • @Darmady, iya P Dar. Makasih unt perhatiannya dari P Dar.
      Seperti yang saya tulis di artikel ini, hanya sedikit saja yaitu, 2 orang saja. Meskipun begitu, pada kesempatan ini saya hanya mau meluruskan saja bahwa kita harus fair. Maksud saya, JANGAN sekali kali kita hidup di dunia ini selalu merasa yang paling benar.
      Selama ini SKL selalu menggantikan burung2 yang terkena musibah, asalkan pihak lainnya, dalam hal ini konsumen, sudah memenuhi kewajiban-kewajibannya terlebih dahulu.

  2. Banyak ya pak haji type org seperti gt yang kurang memperhatikan perasaan org lain.heheh untung aku uda lunasin 1 thn sekolahnya biar gak lupa.heheh

  3. Pengen bgt dr dl punya murai ring SKL… mpe kini blm ksempean jg.

  4. Kapan kapan boleh survei ke jatibarang nih buat liat ternakan pak haji buat cari yang nyantol di hati.Heheh.

  5. selamat malam saya akbar dari jakarta pusat.. fasilitas yang di dapat dari sekolah skl apa saya yaa selain makan dan minum? saya punya burung muda hutan dari paman, saya suka banget sama burung itu, tp kondisi dia masih agak giras

  6. Yang sabar yah pakaji

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *