Kepergian kami ke tempat Om AKMAL Surabaya, Owner TARMIN BF Kebraon, terbilang sangat mendadak. Diawali dari hanya sekedar canda gurau saja, tapi ujung ujungnya berakhir pada keputusan keesokan harinya untuk segera langsung berangkat ke Surabaya. Sebetulnya saya sudah mengagendakan untuk melakukan kunjungan ke Om Akmal, tapi baru nanti setelah Hari Raya Idul Adha. Rencana tinggal rencana saja.

Om Akmal saat ini sedang sibuk-sibuknya mengurusai bisnis sapinya, karena menjelang hari Raya Qurban permintaan sapi untuk qurban meningkat tajam signifikan dengan sendirinya. Saya juga typikal seseorang yang selalu kepingin serba tahu.

Saya berangkat ke Surabaya secara mendadak karena Om Akmal ada kepentingan akan belanja sapi sehingga hati saya ini tergerak kepingin tahu bagaimana bertransaksi bisnis sapi. Jadi saya sekalian mau turut serta untuk melihat bisnis sapi Om Akmal juga. Selain itu ada beberapa konsumen SKL yang masih menginginkan trah SAMUDRA langsung yang kebetulan indukannya sudah ada di tangan Om Akmal, dan beberapa anakan dari indukan-indukan SKL yang sudah berpindah tangan ke TARMIN BF di Surabaya.

Om Akmal benar-benar bisa menjamu tamunya yang berkunjung ke penangkarannya. Pagi hari, jam 06.30, langsung setelah tiba di Surabaya kami diajak sarapan nasi rawon dan usik yang sudah menjadi favorit kuliner saya. Tempatnya sederhana, tapi kualitas makanannya sangat maknyuusss. Yang jelas dagingnya empuk sekali. Belum kenyang setelah menyantap nasi rawon, sarapan saya sudah dilanjutkan dengan menyantap nasi pecel disitu juga. Aji mumpung, mau kapan lagi kan? Benar-benar pagi hari yang sangat indah dan penuh rejeki. Mengapa dibilang rejeki? Karena semuanya Om Akmal yang mentraktirnya. He…he.

Setelah puas dengan hidangan sarapan kami diajak Om Akmal untuk melihat lihat kandang sapinya. Meskipun usianya yang relativ masih muda, tapi bisnis Om Akmal benar-benar sudah merambah kemana mana. Seorang pengusaha muda yang sangat kreativ dan low profile.

Badan kami lambat laun terasa capai, apalagi perut sudah merasa kenyang sehingga mata ini terasa seperti dilem saja alias mengantuk berat. Rupanya Om Akmal sudah melihat gelagat ini sehingga Om Akmal menawarkan kepada kami untuk beristirahat saja dulu. Alhamdulillah…

Tanpa disadari istirahat kami berlangsung cukup lama, karena saat terbangun waktu sudah menunjukan hampir Maghrib. Setelah mandi sore dan berbincang bincang sebentar Om Akmal menawarkan kepada kami apakah kami sudah merasa lapar lagi.

“Gimana Pak, apakah sudah siap untuk makan malam?” tanya Om Akmal.

“Siapa takut…kita cari sate kambing saja Om Akmal, tapi yang benar-benar khas dari daerah ini,” jawab saya.

“Ada Pak. Jangan khawatir…,” kata Om Akmal.

Akhirnya kami keluar rumah dan langsung menuju sasaran. Setelah kita tempuh 15 menit waktu perjalanan akhirnya sampai juga. Perut kami juga sudah tidak sabar lagi ingin merasakan nikmatnya sate kambing BARONGAN yang konon dulu harus mengantri untuk bisa mendapatkan giliran makan. He…he.

 

Akmal duduk paling kiri.

 

Inilah penampakan kedai sate Barongan di daerah Kebraon, Surabaya. Rasa daging kambingnya benar benar sangat sangat empuk sekali. Gulai kambingnya juga sangat lezat. Hhhmmm…selain itu kami memilih tempat duduk di tepi pinggir sungai yang cukup besar, atau bahkan bisa dibilang besar sehingga bisa menambah kenikmatan menyantap hidangan malam itu.

Setelah santap malam dengan menu sate kambing kami diajak jalan-jalan keliling daerah Kebraon. Kebetulan disitu ada pedangang durian dan Om Akmal menawarkan kepada saya apakah mau mencoba durian lokal sini.

“Mau coba citra rasa durian sini Pak?” Om Akmal menawarkan.

“Adduuuhhhh terimakasih, khawatir terjadi apa-apa disini Om,” jawab saya menolaknya.

Padahal saya termasuk salah satu durianmania kelas berat, tapi pada malam ini saya harus menolaknya karena barusan saja makan sate kambing cukup banyak, 20 tusuk, plus gulai kambingnya juga sebanyak 1,5 porsi. Mana tahan deh…

 

Akmal berkaos biru.

 

Keesokan harinya saya menemani Om Akmal memyeberang ke Madura untuk melihat lihat sapi disana dan sekalian kuliner Bebek Sinja di Bangkalan. Ternyata di Madura kami menyantap sate kambing lagi, cuman sayangnya rasanya sangat pedas sekali, apalagi ditambah cuaca panas khas Madura. Jadilah keluar keringat dengan derasnya sampai membasahi sebagian besar kaos saya.

Sangat beruntung sekali kita rakyat Indonesia memiliki jembatan Suramadu, sehingga pergi ke Madura dari Surabaya bisa ditempuh jauh lebih cepat dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

 

Pulang dari urusan Madura ternyata sampai Surabaya sudah larut malam juga. Bebek Sinja itu tinggal isapan jempol belaka, karena perut kami sudah terisi penuh dengan sate kambing ala Madura.

Om Akmal mempunyai alternativ lain dengan menawarkan salah satu rumah makan terkenal di Surabaya yaitu, Rawon Setan yang konon sering di kunjungi para politikus dan selebritis kita, termasuk (alm) mantan Presiden Gus Dur, juga mantan Presiden SBY dan para artis papan atas lainnya.

Rasa Rawon Setan ini benar benar sangat lezat, pantesan saja banyak orang yang berkunjung kesana. Kuahnya yang khas hitam dan dagingnya yang sangat empuk sekali membuat lidah kami bergoyang.

Setelah perut terisi penuh kami berkeliling kota dan Om Akmal yang menjadi guide touristnya. He…he.

Om Akmal menjelaskan satu per satu nama-nama jalan yang terkenal di Surabaya berikut monumen-monumennya yang terkenal. Kesempatan macam begini belum tentu saya dapatkan lagi. Kalau rejeki itu tidak akan kemana mana.

 

 

Keesokan harinya kami menyantap sebagai sarapan nasi rawon lagi, tapi berbeda citra rasanya, karena dagingnya disuwir suwir. Ternyata Om Akmal ini doyan makan juga seperti saya. He…he.

Kami juga diajak minum es teller yang konon sangat terkenal di Surabaya. Tapi, memang es teler ini benar benar nikmat rasanya, karena menggunakan buah-buahan segar yang mendadak dikupas dan langsung dipotong potong. Saya sendiri sampai menyantapnya 2 porsi sekaligus. Pokoknya maknyuuusss sekali rasa es teller ini.

To be continue…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

7 Comments

  1. 1 yang kurang .rujak cingur nich

  2. ditunggu kedatangan nya ndan rahmat cirebon…
    ngopi bareng di Yaman Kuliner Sunan ampel….

  3. Ahhh tisu nya sampe dijadikan dasiii kupu ” xixixi

  4. Mantap….pak haji sekarang merambah ke bisnis sapi.

    • @Mabrur, hanya menemani Om Akmal saja Mas Mabrur. He…he.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *