Pejantan ke.3 yang kami pilihkan untuk Om CENGKUAN Suyono Makasar adalah dari trah ROLEX (F2) SKL 1294. Kandang yang dipilih Om Cengkuan adalah kandang minimalis dari bahan aluminium. Itu sudah sangat betul sekali, karena bahan aluminium bisa dipakai seumur hidup, anti karat dan sebagainya.

Selain itu kandang dari bahan aluminium pada umumnya menggunakan tekhnologi sistem knockdown (bisa dibongkar pasang) sehingga sangat mudah untuk diinovasi jika kita mau mengembangkan kandang penangkaran. Jika pada suatu hari kita sudah bosan menangkar atau mau beralih profesi, maka kandang ternak berbahan aluminium masih bisa laku minimalnya 50% dari harga semula kalau dilego.

Lain halnya jika kita menggunakan dari bahan kayu, ketika kita bongkar atau mau dipindahkan lokasi kandang ternaknya maka semuanya hanya akan menjadi limbah saja. Sekat kandang juga tidak harus menggunakan bahan batu bata atau yang sejenisnya, toh tetap saja suara burung MB yang saling bertetanggaan langsung masih bisa terdengar satu sama lainnya, juga memakan biaya yang jauh lebih tinggi jika kita hanya menggunakan bahan dari terpal saja. Mengapa sekat antar kandang itu harus ditutup dengan sesuatu? Maksudnya tidak lain agar burung MBnya tidak bisa saling lihat saja. Jadi sekat tersebut tujuannya bukan untuk bisa meredam suara burung agar tidak bisa saling mendengarkan.

Banyak yang beranggapan, jika kita memiliki misal, 10 pasang indukan MB, kemudian kesepuluh pasang burung itu bisa langsung berproduksi semua. Hhhmmm…kalau sampai segitu mudah dan enaknya menangkar MB sepertinya tidak akan ada orang yang mau berbisnis dibidang lainnya. Pada kenyataannya 50% dari kesemuanya itu bisa berproduksi saja sudah bagus. Saya ceritakan apa adanya agar penangkar baru tidak terlalu cemas jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan hati masing masing.

Meskipun hanya 50% saja yang berproduksi, itu sudah bisa menutupi biaya operasional secara keseluruhan. Itu salah satu sisi keunggulan menangkar MB. Jangankan 50%, 30% sampai dengan maksimal 40% saja sudah mencukupi untuk menutup biaya semuanya. Pasangan burung yang belum berproduksi bukannya tidak bisa atau tidak mau berproduksi melainkan belum waktunya saja untuk bisa berproduksi. Nanti pada saatnya berproduksinya akan saling bergantian.

Bisa dibayangkan akan menjadi apa jika kita memiliki 100 pasang indukan kemudian keseratus pasang burung itu berproduksi semua dalam waktu yang bersamaan? Otomatis kita harus merekrut perawat burung yang lebih banyak lagi. Jika semudah itu, maka penangkar yang memiliki modal kerja fantastis tentunya akan membuka lahan 1000 kandang atau bahkan lebih. Yang punya modal kerja besar itu sangat banyak loh. Bagaimana ceritanya jika mereka tiba tiba juga ikut ikutan membuka penangkaran MB dengan kapasitas masing masing minimal 1000 kandang. Apa yang akan terjadi dengan harga anakan MB tersebut? Harganya yah langsung akan nyungsep. Pada kenyataannya harga anakan MB tetap stabil dan cenderung dari tahun ke tahunnya selalu naik. Berarti tingkat produksinya juga rata rata tidak bisa maksimal seperti jumlah kandang yang dimilikinya. Ini fakta.

To be continue…

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. Rolexx NY joss..satu generasi yah sm pny sy 1249..hehe

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *