Ini pejantan dari pasangan kedua yang kami pilihkan untuk Om ILUNG Korea yaitu, dari trah BOMBER (F2) SKL 1291. Dalam hal pemilihan burung Om Ilung sudah memasrahkan semuanya kepada kami sehingga kami bisa dengan leluasa memilihkannya.

Dalam proses penjodohan yang jantan selalu kami rendeng dengan beberapa betina, minimalnya 2 ekor dan maksimal 3 ekor. Tujuannya tidak lain agar si jantan bisa memilih betina sesuai seleranya. Bisa juga ketiga ekor betina itu tidak ada yang bisa memenuhi selera sang pejantannya, tapi setidaknya kita sudah berikhtiar, dan lebih baik daripada hanya menyodorkan hanya satu ekor betina saja. He…he.

Meskipun begitu untuk bisa sampai berproduksi harus menunggu beberapa waktu lagi. Tapi tampaknya Om Ilung ini berjodoh dengan bidang usaha menangkarkan MB, karena saat burung ini dijemput oleh keluarganya ternyata di sarangnya sudah ada satu butir telor. Mudah mudahan telor ini bukan telor infertil, melainkan telor yang benar benar telah dibuahi oleh pejantannya. Aamiiinnn…

Begitu juga dengan pasangan Champ 760 Vs Pemburu 1462 yang kemarin telah kami posting, sarang di gelodoknya sudah terbentuk rapih saat dijemputnya. Ini suatu pertanda gelagat positiv. Jikalau nanti sampai di tempat barunya salah satu pasangan burung ini atau bahkan keduanya bisa langsung berproduksi, yah itu sudah merupakan rejekinya Om Ilung. Sejauh ini kami hanya memilihkan dan menjodohkannya saja, tidak ada trik penangkaran ini dan itu. Ini fakta yang sebenarnya.

Begitu juga dulu saat saya baru pertama kali mencoba menangkarkan MB. Saat itu benar benar saya tidak memiliki skill apapun tentang menangkarkan MB alias Nol kecil saja. Justru menangkarkan MB ini sebetulnya tidak direncanakan sama sekali. Kebetulan burung MB saya saat itu overload, kebanyakan, akhirnya sebagian saya tangkarkan saja agar memperingan kerja perawat burung saya. Tanpa diduga duga setelah 3 bulan berselang 6 pasang dari 10 pasang pertama yang saya tangkarkan ternyata sudah bisa berproduksi. Heran juga saya dibuatnya. Kok bisa yah???? Saya termenung memikirkannya. Ini sebuah fakta…

Akhirnya saya kembangkan seperti sekarang ini. Tapi jangan dikira semuanya berjalan mulus, ternyata rintangannya justru datang belakangan yaitu dengan banyaknya anakan MB yang tiba tiba pada mati memdadak. Herannya, saya kok tidak menghiraukannya yah. Saya tidak bersedih atau sampai kehilangan selera makan seperti kasusnya diputuskan oleh sang pacar itu loh. Saat itu saya cuek saja, mau hidup atau mati emang gue pikirin. Pokoknya tidak ada target apapun juga. Ini yang sangat membantu saya hingga sampai saat sekarang saya masih eksis. Tidak ada beban mental.

Kalau urusan ditinggal mati burung mau pamer pameran boleh deh. Tidak kurang dari 500 ekor burung saya pada mati, tapi herannya lagi kok saya nyeruduk terus gitu. Kalau memikirkannya sekarang, saya juga sempat terheran heran kok dulu mental saya sampai bisa sebesar itu yah? Itu tidak lain berkat campur tangan Allah SWT yang selalu melindungi dan mensupport saya. Tanpa dukungannya mustahil hari ini saya masih eksis. Jadi jangan sekali kali merasa sudah paling pintar dan paling benar, karena masih ada Yang Lebih Berkuasa loh.

Mudah mudahan burung ini bisa cepat membuahkan keturunan di penangkarannya Om Ilung. Aamiiinnn…

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *