Setelah merasakan suka cita lomba burung berkicau, Om RAHMAT Garut memutuskan untuk sementara waktu akan menekuni dunia penangkaran Murai Batu. Untuk itu Om Rahmat mulai hunting indukan indukan MB unggulan, baik yang jantan maupu betina.

Saya sendiri tidak tahu apa peyebabnya tiba tiba Om Rahmat menanyakan sepasang indukan yang merupakan bapak dan ibu dari Sembrani (F2) SKL 1277 yang sudah ditake overnya dari kami dan saat ini masih di sekolahkan di SKL.

Sejujurnya, saya sendiri kaget dengan permintaan Om Rahmat ini. Jadi seperti tersambar petir di siang bolong. Untuk itu saya menjawab diplomatis bahwa akan saya pikirkan dulu. Intinya, saya minta waktu untuk berpikir.

Baru selang sehari saya sudah ditanyai lagi tentang kandang indukan itu via WA. Waduuuhhh…belum saja saya sempat berpikir Om Rahmat sudah menanyakannya lagi. Saya menjawab apa adanya bahwa saya masih perlu waktu untuk berpikir.

Terus terang kandang inilah yang memproduksi anakan burung seperti Sembrani SKL 1277 milik Om Rahmat sendiri, kemudian Sembrani SKL 1600 milik Om Dwi Makasar, Sembrani SKL 1646 milik Om Ijant Jakarta, termasuk Sembrani SKL 1655 milik Om Mabrur Bekasi yang kemarin baru saya posting. Jadi bisa dibayangkan seberapa berat hati saya ini harus melepaskan indukan tersebut. Apalagi jika mengingat suara burung ini yang super kencang tembus kemana mana…

Saya sudah beberapa kali mencoba kawin silang hasil anakan MB produk sendiri dari masing masing kandang unggulan, atau dikawin silangkan dengan MB non ring, baik mantan MB lapangan maupun MB penguasa wilayah. Tentunya hasilnya pasti akan mengeluarkan anakan yang bagus, tapi seberapa tinggi prosentasenya bisa mengeluarkan anakan yang istimewa, itulah pertanyaan yang menarik.

Dalam satu periode yaitu dari selesai mabung yang terakhir sampai memasuki masa mabung berikutnya, misalkan saja sepasang indukan MB bisa menghasilkan 7 ekor anakan MB jantan, paling dari semuanya itu maksimal hanya 3 ekor saja yang bisa dipakai kelak sebagai MB lapangan. Sisanya hanya untuk meramaikan saja. Jika kita mau lebih selektiv lagi, maka dari 3 ekor yang bagus/istimewa tadi hanyalah 2 ekor saja yang sangat menyakinkan sekali. Realitanya memang begitu.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki indukan-indukan MB yang bisa memproduksi anakan anakan MB secara maksimal sebanyak mungkin dalam satu periodenya. Tidak ada jalan lain yaitu harus rajin dan terus menerus mencoba dan mencoba tanpa putus asa. Hal ini disebabkan karena skill kita di dunia penangkaran hanya otodidak saja.

Tentunya proses mencobanya ini yang memerlukan waktu yang tidak sebentar. Hal inilah yang membuat saya harus berpikir masak masak untuk melepaskan indukan jantan Sapujagat Vs betina trah Sembrani SKL 1019. Intinya, untuk mendapatkan senyawa darah yang pas antara indukan jantan dan betinanya ini yang boleh dibilang sangat susah. Sudah terbukti kandang ini banyak mengeluarkan anakan anakan yang istimewa, minimalnya bisa mencapai 75% anakannya tergolong kategori istimewa. Ini yang memberatkan hati saya.

Tinggal dihitung saja berapa nilai ekonomi sepasang indukan ini bisa menghasilkan pundi pundi rupiah dalam satu tahunnya. Perasaan hati saya ini langsung menjadi lemas jika menghitungnya berulang ulang. Dan yang menjadi masalah berikutnya adalah saya harus menawarkan mahar berapa kepada sahabat saya yang satu ini yaitu, tidak lain Om Rahmat Garut yang baik hati.

Mungkin ada yang berpendapat, pasang saja harga yang setinggi tingginya atau jangan dijual saja, dipertahankan saja dengan berbagai alasan. Kalau bicara sih yah mudah mudah saja, tapi yang mengalaminya langsung tentunya pusing tujuh keliling, serba salah. Sebagai pebisnis kita harus fleksible agar sama sama enak untuk kedua belah pihak. Istilahnya Win Win Solution begitu lah.

Bisa dibilang selama 5 hari berturut turut Om Rahmat selalu menanyakan apa jawaban saya. Saya hanya bisa berkata agar Om Rahmat bersabar dulu. Saya masih perlu waktu untuk merenung dan mencerna semuanya ini.

Selang satu minggu setelah pembicaraan kita yang terakhir kalinya Om Rahmat menanyakan lagi perihal indukan ini. Kali ini saya menyerah deh melihat perjuangan Om Rahmat yang benar benar gigih. Awalnya saya berharap agar semangat Om Rahmat menurun seiring dengan berjalannya waktu, tapi faktanya justru sebaliknya.

Selain itu saya khawatir akan ada apa apa dengan siburung, karena sudah ada yang berminat tapi saya mempertahankannya. Saya tidak percaya dengan mitos, melainkan saya berpikir dengan logika saja. Barangkali ini sebuah petunjuk dari Allah SWT bahwa saya harus melepas sepasang indukan ini daripada kelak akan terjadi apa apa jika burung tersebut masih berada di tangan saya. Lain halnya jika burung itu berpindah tangan ke orang lain. Kita berpikir yang positivnya saja.

Saya ajukan sebuah mahar kepada Om Rahmat dan Om Rahmat tidak neko neko juga dengan angka yang disodorkan kepada saya. Akhirnya dalam waktu yang singkat kita mencapai kata sepakat yang sama sama enak untuk kedua belah pihak.

Masa Rahmat juga sekalian mentake over dua ekor MB betina trah Sembrani yang keduanya merupakan anakan langsung dari Sapujagat ini. Mungkin Om Rahmat mau mencetak F2 yang murni.

Semoga burung ini kelak bisa membesarkan nama penangkaran Om Rahmat. Aamiiinnn…

 

 

 

 

 

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

9 Comments

  1. Mantap p haji

  2. salam kenal p dwi…

  3. haturnuhun suhu

    • @Sinar Jaya BF, sama2 Mas Rahmat…
      Semoga sukses selalu. Aamiiinnn…

  4. Saya sdh pernah lihat secara langsung SAPUJAGAD ini memang benar2 jos. Pantes saja anakan yang dihasilkannya selalu top markotop.

  5. Nyimak

  6. Liat livenya aja bener2 edan ini burung pak haji..untung bekasi udah punya trahnya..hehehe

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *