Dari semenjak awal pembicaraan kami, saya tidak ngeh jika Om RAHMAN ini berdomisili di Sintang – Kalimantan Barat. Baru setelah saya tanyakan ternyata tempat tinggal Om Rahman ini sangat jauh dari Jatibarang. He…he.

Menurut penuturan Om Rahman, sebetulnya Om Rahman pernah mengontak saya untuk menanyakan perihal pengiriman burung ke Kalbar melalui bandara Pontianak. Saat itu Pontianak masih merupakan salah satu Zona Merah, yang artinya Pemprov juga Pemda setempat tidak bisa menerima satwa unggas dari daerah lain di Indonesia. Tapi, terakhir ini Alhamdulillah sudah diijinkan bisa mengirim kesana, hanya dibutuhkan surat surat kelengkapan yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan pihak Pemda setempat.

Om Rahman sudah lama mengenal SKL BF melalui website kami dan juga informasi dari rekan rekan sesama kicaumania. Baru sekarang hajat Om Rahman terpenuhi setelah pengiriman satwa ke daerahnya diijinkan.

Sebetulnya Om Rahman kelak akan menggeluti dunia penangkaran MB, tapi untuk awal awal ini Om Rahman akan terjun ke dunia lombanya dahulu.

“Sebetulnya saya dari semenjak kecil sudah gemar memelihara burung Pak, tapi sekedar untuk senang senang saja, belum serius untuk menekuninya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu lomba burung berkicau di Sintang semakin ramai saja. Jadi pelan pelan tapi pasti hati saya ini mulai tergerak untuk merawat burung Murai Batu yang kelas lombanya dimana mana, juga di Sintang, sudah menjadi semakin ramai saja,” tutur Om Rahman.

Masih kata Om Rahman, ia tertarik dan menjatuhkan pilihannya kepada burung jenis Murai Batu karena burung ini sudah bisa ditangkarkan secara manual. Jadi hitung hitung kita ikut aktiv melestarikan keberadaan burung ini di habitatnya. Pemikiran Om Rahman sangat tepat.

Jangankan Murai Batu Sumatra, MB Borneopun yang berekor agak panjangpun sudah sangat amat langka atau sudah susah dijumpai lagi. Jadi cepat atau lambat kita harus ikut aktiv menangkarkannya. Tidak ada pilihan lain.

Saya sudah tahu apa yang diplaning kelak oleh Om Rahman sehingga saya memilihkan yang jantan dari trah KARATE KID (F2) SKL 1696 yang lahir pada tanggal 04 Agustus 2017. Salah satu alasan saya memberikan burung ini kepada Om Rahman adalah selain burung ini memiliki mental yang sangat ok juga memiliki volume yang besar. Saya sudah sering menangkap basah burung ini sedang bersuara ngeplong. Meskipun saat ini suaranya masih suara belajaran tapi bakat suaranya sudah sangat jelas yaitu bakal kencang sekali.

Setelah saya kirimkan videonya kepada Om Rahman, Om Rahman langsung tertarik akan burung ini. Cuma ada satu pertanyaan dari Om Rahman, mengapa saat divideokan burung ini tidak bersuara gacor.

“Kok divideonya gak bersuara yah Pak?” tanya Om Rahman.

Saya jelaskan, apa yang bisa kita tuntut dari seekor burung seusia dia. Melihat gayanya yang full fighter dengan suara cetrekannya yang khas sembari tengok kanan dan ke kiri di usianya saja sudah bagus. Burung seusia dia mengeluarkan suaranya masih sewaktu waktu saja, istilahnya masih belajaran. Tapi meskipum begitu kita sudah bisa memprediksi akan menjadi seberapa besar volumenya.

Burung ini sewaktu waktu sudah berani menyahutin suara MB dewasa lainnya yang sedang bersuara. Itu suatu pertanda bahwa dia memiliki bakat mental yang ampuh.

Untuk yang betinanya akan kita pilihkan menyusul. Tapi Om Rahman sudah wanti wanti untuk dipilihkan dari trah unggulan. Untuk stok betina Insha Allah kami masih memiliki stok yang cukup, apalagi yang masih trotolan/anakan. Jadi nanti akan saya pilihkan MB betina yang usianya sama dengan yang jantannya atau setidaknya usianya tidak aka jauh berbeda.

Kedua burung ini lanjut di sekolahkan di SKL. Untuk semnetara akan dititipkan di tempat kami sampai 6 bulan ke depan. Mudah mudahan kami selalu diberikan kemudahan dalam merawatnya. Aamiiinnn…

 

 

 

 

 

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. otw kalbar murai SKL pasti betah disana banyak durian p haji he he he

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *