Alhamdulillah burung ini sudah berganti bulu dewasa. Penampakannya sudah menjadi luar biasa gantengnya. Tampak sekali bodynya sangat berotot, hal ini menandakan bahwa burung tersebut memiliki power yang tidak biasa. Terbukti bahwa vokal burung ini tidak biasa pula. He…he.

Semenjak dari kecilnya burung ini menunjukan mentalnya yang sangat OK. Saat masih trotolannya setiap dibuka kerodongnya burung ini selalu ngeply ngeply tiada hentinya, sampai saya yang ketakutan sendiri khawatir burungnya kecapean.

Kemungkinan orang lain akan senang melihat keunggulan burung ini, tetapi saya justru sebaliknya yaitu takut. Bukan berarti takut yang mempunyai arti negativ, melainkan takut dikarenakan rasa sayang yang terlalu besar terhadap burung ini. Jika kita selalu menggodain burung ini maka dikhawatirkan kelak akan hanya responsiv terhadap kita saja. Jadi saya biarkan burung model seperti ini tumbuh alami saja agar dia kelak hanya responsiv terhadap lawannya saja.

Hal hal sepele yang seperti ini yang kadang pada banyak kelupaan. Jika kita tidak bisa merawat seekor MB yang bagus, maka MB tersebut kelak tidak akan menjadi maksimal juga, bahkan cenderung menjadi rusak.

Ada pula pemiliknya yang gatelan selalu merubah rubah setingannya agar si burung bisa menjadi lebih maksimal lagi, tapi hasilnya malah kebalikannya yaitu grafik perkembangan semakin menurun. Ujung ujungnya burungnya yang disalahkan. Padahal pada kenyataannya burung burung itu tidak tahu apa apa kan, salahnya apa? Apalagi burung MB hasil tangkaran yang memang dari awalnya tidak tahu apa apa, karena dari semenjak lahirnya sudah dipisahkan dari orang tuanya/indukannya. Otomatis mereka tergantung dari didikan/rawatan kita kan? Jadi kita kita ini atau pemiliknya yang bertanggung jawab penuh atas perkembangannya. Jangan sekali kali kita menyalahkan seekor burung yang tidak tahu apa apa.

Burung menjadi manja/jinak yang disalahkan burungnya. Lah siapa pula yang merawatnya, kan kita manusianya yang merawatnya. Sama saja dengan anak manusia yang setelah dewasa menjadi nakal atau tidak patuh terhadap orang tuanya. Jangan sekali kali kita menyalahkan anak kita, karena saat dia lahir di dunia ini ibarat secarik kertas putih yang polos. Selanjutnya adalah tugas kita bagaimana kita mencoret coret/melukis kertas putih tersebut. Jika kita bagus melukisnya pastilah akan bagus pula hasilnya. Tapi, jika kita melakukan sebaliknya, maka hasilnya juga akan sepadan dengan apa yang kita lukis atau tanamkan.

Ini tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan si anak loh, tapi terpenting bagaimana kita mendidiknya agar kelak anak kita bisa menjadi anak yang soleh. Percuma saja pintar tapi tidak soleh.

Sebetulnya merawat burung itu tidak susah asalkan kitanya mau konsekuen saja. Saya sendiri sangat jarang memperhatikan dengan seksama burung burung yang ada di rumah selama mereka dalam kondisi sehat. Saya biarkan mereka tumbuh alami saja.

Merawat burung jauh lebih mudah dari pada membesarkan/mendidik anak. Merawat burung sih yang terpenting selalu dimaster intensiv saja. Jika dia terganggu oleh burung MB lainnya yah kita bisa memindahkannya agar burung muda ini tidak terganggu oleh lingkungannya.

Mendidik anak manusia jauh lebih sulit, karena anak kita tidak full berada dalam pantauan mata kita. Sebagian waktunya dihabiskan di sekolahan, setelah itu mereka pasti bermain dengan teman temannya. Pergaulan di luar ini yang kadang tidak terpantau dengan jelas oleh kita, apalagi orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan kerjanya.

Jadi, sekali lagi, merawat atau mendidik burung itu jauh lebih mudah daripada mendidik anak manusia. Kita harus optimis saja.

Mudah mudahan SKL 1486 ini kelak bisa membanggakan pemiliknya. Aamiiinnn…

 

 

 

 

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

6 Comments

  1. om untuk contact person skl yg bisa dihubungi mana om….

  2. Mudah-mudahan mb yang satu ini bisa menjadi kebagaan pemiliknya

  3. Atletis sekali Mistral ini pak haji.

    • @Mabrur, begitulah penampakannya sekarang Mas Mabrur. Mudah2-an sesuai harapan. Aamiiinnn…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *