Banyak yang bertanya bagaimana dengan kondisi burung, terutama burung MB, yang tidak dijemur atau jarang dijemur selama ditinggal mudik perawat burungnya?

Tidak usah banyak dipikirkan, tidak ada pengaruhnya apa apa. Rasa risih atau was was dikarenakan burung MB tidak dijemur itu hanyalah terbawa oleh perasaan kita masing masing saja. Ada seorang rekan dekat saya yang selalu merasa gelisah jika cuaca mendung, karena ia tidak bisa menjemur burung miliknya. Baper gitu lah. He…he.

Saya merasa lucu saja melihat dia. Jadi, sebetulnya burungnya tidak protes apa apa, cuman pemiliknya saja yang merasa risih seolah olah dirinya yang tidak mandi atau gosok gigi saja. Seekor burung yang tidak dimandikan oleh majikannya, karena terlalu sibuknya si pemiliknya, pasti akan mandi di cepuk air minum di dalam sangkarnya. Itu sudah hukum alamnya jika seekor burung sedang mempunyai kebutuhan untuk mandi.

Apakah ada pengaruhnya jika burung sedang disiapkan untuk lomba?

Ada, tapi tidak sangat signifikan jika tidak dirawat intensivnya selama paling lamanya 2 minggu saja. Nanti, jika setelahnya dirawat intensiv lagi yah akan normal kembali. Jadi jangan terlalu risau sekali dengan semuanya ini.

Bukti nyata, ada seorang rekan saya yang hanya ikut ikutan saja memiliki seekor MB, istilahnya hobi dadakan karena terpengaruh teman teman di sekitarnya. Otomatis dia tidak tahu cara merawat burung yang benar dan memang burungnya hanya dirawat seadanya saja karena diapun terlalu sibuk dengan aktivitasnya sebagai PNS.

Toh tetap saja burungnya bisa menjadi juara saat dibawa oleh rekannya ke lapangan, meskipun hanya sekelas Latpresan saja. Sebaliknya rekan saya lainnya yang sangat intensiv merawat burungnya hanya masuk nominasi saja dalam event lomba yang sama dengan burung yang dirawat seadanya itu.

Mungkin akan ada yang bilang, karena kualitas burungnya berbeda. Tidak juga, karena burung yang dirawat intensiv itu sebelumnya sudah menjadi langganan berprestasi di lapangan.

Jadi apa pokok permasalahan di sini? Selain rawatan yang rutin, juga kita harus tahu kapan datangnya siklus birahi maksimal si burung tersebut. Ini yang kadang menjadi masalah rancu. Tidak sedikit pemilik burung yang pada akhirnya hanya bisa menyalahkan si burung, sampai ada yang menjualnya kembali. Setelah dipegang pemiliknya yang baru justru burung ini mulai menuai prestasi yang gemilang.

Rawatan yang terlalu intensiv, misal waktu penjemuran burung yang lama bahkan sangat lama dan dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan si burung menjadi dehidrasi. Jika sudah mengalami dehidrasi yah bagaimana burung tersebut bisa mencapai birahi yang maksimal. Kita manusia yang terlalu banyak olahragapun akan menjadi bertambah loyo, jadi bukannya bertambah fit. Betul tidak, pasti ada dari kita yang pernah mengalami hal ini pula.

Jadi selain kualitas burung dan methode rawatan, ternyata masih ada faktor lain yang menentukan yaitu bagaimana caranya kita bisa mengetahui kapan datangnya birahi maksimal burung tersebut.

Untuk mengetahuinya bukanlah hal yang susah susah sekali kok, jika kita sudah mengetahui karakter burung milik kita. Hal ini bisa kita lihat dari suara kicauannya dan respon terhadap suara burung MB lainnya jika dia mendengar MB lainnya yang bersuara.

Semakin responsiv si burung yaitu dia langsung menyahut refleks/spontan jika ada burung MB lainnya yang bersuara, maka bisa dikatakan burung tersebut sedang naik birahinya.

Berapa lama birahi seekor burung MB berlangsung? Biasanya paling lama 2 mingguan. Makanya jangan heran jika ada seekor MB yang setiap minggunya dilombakan selama 2 minggu berturut turut masih bisa moncer. Itu bukan karena rawatannya yang wahid saja, melainkan si perawat burungnya tahu bahwa birahi si burung masih sedang berjaya.

Awas, setelah dijelaskan begini malah jangan sampai menjadi pesimis saja, justru harus lebih optimis karena kita sekarang bisa lebih tahu permasalahan yang ada. Tinggal dipraktekan saja bagaimana caranya agar kita bisa lebih mengenal karakter burung yang kita miliki. Semuanya hanya butuh proses waktu saja.

Yang sangat susah untuk ditanggulangi adalah semangat lomba/ego pemilik burungnya yang sudah terlalu membara untuk turut berpartisipasi pada sebuah event lomba burung, sehingga dia mengabaikan kondisi burung dan skill rawatannya sendiri selama ini. Istilah lainnya, sudah tahu bahwa burungnya sedang kurang fit dan kurang tepat timingnya untuk menurunkan burungnya ke arena lomba, tapi dia memaksakan kehendaknya karena itu sebuah event bergengsi dan sekalian kumpul kumpul dengan sesama rekan kicaumania lainnya, semacam temu kangen begitu.

Kalau hanya sekedar ingin temu kangen saja yah datang saja ke lombanya, tapi tidak usah bawa burung. Kan tidak ada kewajiban harus membawa burung untuk bisa hadir di event lomba burung berkicau? Tapi ada yang bilang, dia merasa tidak enak kalau tidak bawa burung. Lah kok perasaanya bisa sampai sebegitunya loh? Itu sama persis seperti tadi dengan perasaan tidak menjemur burung miliknya. Kita hanya dimainkan oleh perasaan masing masing saja.

Mudah mudahan share bersama ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiiinnn…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

One Comment

  1. Setuju sekali pa haji

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *