Ini salah satu burung Murai Batu di SKL BF dengan katuranggan terindah. Dari awal, beberapa tahun yang silam, saya mendapatkan burung ini dari salah satu rekan di NAD dan langsung membuat hati ini kepincut. Rekan saya bertutur bahwa ia telah mendapatkan burung MB lain daripada yang lain. Katuranggannya teramat indah untuk dilihat oleh mata kita ini.

Sayangnya saat itu ia tidak memiliki handphone android atau yang sejenisnya. Dia masih memakai hp jadul, bahkan tidak berkamera. Tapi saya sudah terlanjur amat percaya dengan kredibiltasnya orang ini.

“Bang…saya dapat seekor MB jantan yang katuranggannya bener bener mendekati sempurna,” katanya via handphone.

“Istimewa macam mana?” tanya saya balik.

“Pokoknya nanti Abang lihat sendiri saja. Sangat jarang saya mendapatkan burung semacam ini, atau bahkan bisa dibilang tidak pernah,” lanjut katanya.

“Waduuuhhh kayak apa nih burungnya,” saya berguman dalam hati. Orang ini kalau sudah mengatakan dapat burung bagus, pasti bagus pada kenyataannya. Apalagi dalam hal ini dia sampai berkata tidak pernah mendapatkan seekor MB jantan dengan katuranggan yang seindah seperti burung ini. Bisa dibayangkan sampai mana hati ini menjadi penasaran.

Konon suara burung ini juga sangat memekakkan telinga.

“Pokoknya suaranya juga tidak main main Bang,” jelas orang tersebut.

“Jadi kapan bisa dikirimkan burung ini?” tanya saya.

“Terserah Abang saja,” jawabnya.

“Ok, nanti kita atur atur jadwalnya yah,” kata saya.

Dua malam berturut turut tidur saya tidak bisa nyenyak karena selalu membayangkan seperti apa burung ini. Saya sudah sering melihat burung burung dengan katuranggan yang heboh, tapi menurut dia masih kalah jika dibandingkan dengan yang ini. Hhhmmm…

Pada intinya saya sudah hampir memiliki beraneka ragam burung MB dengan bermacam macam modelnya. Dari yg terjelek sampai yang terbagusnya, tapi tetap saja masih tidak sempurna seperti harapan hati ini. Makanya saya tidak pernah berhenti hunting burung MB yang kelak akan dipakai sebagai indukan untuk meningkatkan kualitas penangkaran kami.

Pada suatu hari tiba saatnya untuk menjemput burung ini. Dari sono orang tersebut menelpon saya lagi dan berpesan sembari bercanda agar saya jangan sampai pingsan setelah melihat burung ini. Ada ada saja orang yang satu ini.

Hati ini menjadi semakin tidak sabar untuk melihat kenyataan tentang burung ini. Burung ini kebetulan sampai di tempat saya malam hari. Jadi saya tidak bisa melihat secara pasti seberapa jauh bagusnya burung ini. Kalau tampilannya yah memang bagus, tapi menurut pemantauan saya pada saat itu sih masih biasa biasa saja.

Saat orang itu bertanya pada keesokan harinya via hp, yah saya jawab apa adanya saja.

“Semalam saya melihatnya masih biasa biasa saja tuh,” jelas saya.

“Masak iya sih Bang. Coba Abang lihat esok hari yah, mungkin burung itu masih kecapekan,” katanya.

Esok siangnya dia menelpon saya lagi, bertanya pendapat saya tentang burung tersebut. Saya jawab, saya masih belum sempat melihatnya lagi. Dan itu sudah menjadi kebiasaan saya jika seekor burung tiba di tempat saya dari perjalanan atau pengiriman yang jauh, maka saya akan melihatnya dengan seksama paling cepat seminggu atau 10 hari ke depan agar burung tersebut bisa mendapatkan istirahat yang cukup.

Setiap hari orang tersebut menanyakan tentang burung itu. Dia teramat penasaran sekali dan kepingin diakui keahliannya dalam menyortir burung oleh saya. Gantian deh, dulu saya dibuat penasaran karena ceritanya tentang burung ini, sekarang dia penasaran apa pendapat saya tentang burung ini. He…he.

Setelah 10 hari baru saya melihatnya dengan seksama. Memang bener bener gila, menakjubkan sekali burung ini. Padahal burung ini saat itu masih liar tidak keruan tapi saat mendengar suara MB lainnya dia langsung pamer keindahan katuranggannya.

Yang jelas memang bener bener takjub katuranggannya. Badannya panjang, lehernya aduhai. Mukanya/tampangnya ibarat manusia sih terlalu tampan dan bercampur sangar. Paruh dan matanya seperti yang diidam idamkan banyak kicaumania. Suata cetrekannya juga kasar dan kenceng. Kesimpulan saya, volume burung ini tidak akan pelan, alias kuenceng.

Kebetulan orang itu sudah tidak menelpon nelpon saya lagi. Mungkin sudah bosan menanyakan pendapat saya tentang burung ini tapi belum ada jawaban yang pasti dari saya. He…he.

Sekitar sebulanan ke depan baru lah saya yang menelpon dia lagi. Anehnya dia tidak bertanya lagi tentang burung ini. Akhirnya saya yang bertutur tentang burungnya itu dengan panjang lebar.

“Alhamdulillah. Saya sangat senang kalau pendapat Abang sama dengan saya. Yang jelas saya tidak membohongi Abang dan saya respek sekali kepda Abang karena Abang bicara apa adanya saja,” jawabnya.

“Kapan kamu bisa dapat burung macam gini lagi?” tanga saya pada akhirnya.

“Waduh Bang, gak sanggup deh. Saya gak berani janji. Bisa setahun, dua tahun atau tidak akan pernah dapat lagi model yang seperti ini. Tergantung rejeki saya saja Bang,” jawabnya.

Burung ini sekarang sudah menjadi milik Om RAHMAT Garut.

 

 

 

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

7 Comments

  1. ini,,kakek apa bapaknya armada 1565 pak,haji,,,?

  2. sgt luar biasa,,,,

  3. Ini armada yg dulu bukan pakaji

    • @Budiyanto, bukan. Ini indukan jantan yg mencetak trah Armada F2.

  4. Luar biasa ni burung..

  5. Jos gandos

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *