Meskipun dengan skill yang pas pasan Om WAHYU Babadan Indramayu bertekad bulat menjadi penangkar MB.

“Sudah lama saya bercita cita menjadi penangkar MB yang handal Pak. Boleh kan yah bercita cita setinggi langit?” tanyanya.

“Oh jelas boleh dong, tidak ada yang berhak melarang kok. He…he,” timpal saya.

Dulu saya juga minim ilmu penangkaran, atau bahkan sangat minim atau bisa dibilang Nol pengetahuan dalam dunia penangkaran, tapi tekad saya saat itu bener bener asli sudah bulat dan tentunya diridhoi oleh Allah SWT, akhirnya sampai hari ini saya masih eksis sebagai penangkar MB.

Kegagalan demi kegagalan saya alami dalam membesarkan anakan MB berulang ulang, tapi kalau saya ingat ingat kembali saya tidak pernah mengeluh akan semua musibah yang menimpa saya saat itu. Saya jalani semuanya dengan suka cita dan tanpa embel embel mau jadi apa gitu. Gileee juga kalau diingat ingat kembali. Itulah yang disebut anugerah dari Allah SWT. Tanpa bantuan-NYA dijamin semangat saya sudah tumbang dari dulu dulu.

Itulah tanda tanda kita akan mencapai keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu yaitu tiba tibanya kita tidak mudah putus asa. Jika dari awal awal kita sudah patah semangat dalam mengerjakan sesuatu, maka saran saya lebih baik jangan diteruskan karena kita memang tidak suka/tidak ikhlas dengan apa yang kita kerjakan.

Maka dari itu ada pepatah, “Kerjakanlah Sesuatu Yang Kita Sukai, Tidak Usah Perduli Apa Kata Orang”. Maknanya sangat luas sekali. Simak saja para arkeolog yang mencari sejarah kuno di Mesir. Mereka tidak mengenal kata lelah atau merasa jenuh dengan apa yang mereka kerjakan. Bertahun tahun bahkan berpuluh puluh tahun mereka konsentrasi penuh dalam mengerjakannya. Hasil tentunya sangat memuaskan dan happy ending. Kita ambil filosofi mereka dalam menjalankan kehidupan ini.

Jika kita menangkarkan burung Murai Batu (MB) hanya dikarenakan ikut ikutan teman atau tetangga sebelah, atau hanya sekedar melihat nilai ekonominya saja, maka dijamin ditengah tengah jalan kita akan tumbang. Kita harus suka dulu sepenuhnya, baru kita melangkah lebih jauh.

Awal awal saya menangkar, saya tidak mempunyai tujuan apa apa, baik dari sisi materi ataupun lainnya. Di dalam kepala saya hanyalah ingin menangkar saja. Berhalusinasi (he…he) bisa mencetak atau memiliki seekor MB hasil penangkaran yang jika bersuara bisa membuat lawan lawan di sebelahnya pada takut bersuara. Lah wong dulu saya sempat tidak menjual anakan betinanya kok, karena saya masih memegang prinsip seperti menangkar Ayam Aduan Bangkok yang memang tabu menjual keturunan betinanya, alias lebih baik memotong keturunan betinanya kemudian dikonsumsi sendiri daripada menjualnya.

Seiring dengan berjalannya waktu tanpa terasa jumlah burung yang saya miliki semakin bertambah banyak saja, dampaknya saya  kebingungan dan kewalahan sendiri dalam mengurusnya, terutama memberi makannya. He…he. Dimulai dari situ saya mulai menjual anakan MB produk kami. Eh…ternyata anakan MB produk kami banyak diminati. Otomatis dari situ saya semakin semangat saja.

Maka dari itu, sekali lagi, janganlah kita menangkar MB hanyalah didasari rasa ikut ikutan teman lainnya. Mudah mudahan sharing ini bisa menginspirasi rekan rekan kicaumania yang baru akan memulai menangkarkan MB. Aamiiinnn…

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *