Sebetulnya sudah lumayan lama burung ini ditake over Om RAHMAT Garut, tapi baru pada kesempatan ini kami memostingnya. Saat itu burung ini, SEMBRANI (F2) SKL 1277, masih menunggu sampai selesai mabung yang berikutnya.

Om Rahmat termasuk sangat ulet dalam merawat burung MB lapangan. Jarang bertanya, jika tidak sangat terpaksa sekali.

“Prinsipnya sama dengan merawat ayam Bangkok kan Pak yaitu, burung harus fit dulu baru bisa kita bawa ke lapangan,” ujar Om Rahmat saat berkunjung ke tempat kami.

Sangat betul sekali apa yang dimaksud oleh Om Rahmat. Cuman, pada burung MB lebih susah mendeteksi kapan saatnya dia betul-betul maksimal mencapai kondisi fit-/birahinya. Salah satunya bisa dilihat dari suara yang dikeluarkan sehari harinya yaitu bukan hanya gacor saja, melainkan harus terdengar menekan.

Menekan yang bagaimana? Kalau kita perhatikan dengan sekasama suara burung MB yang kita rawat setiap harinya tentunya pasti akan ada perbedaannya dari hari ke hari yang lainnya. Jadi, suara menekan itu tidak cukup hanya kencangnya saja. Suara kencang burung itu sudah bawaan dari sananya, alias bakatnya si burung. Suara menekan disini, selain kencang juga terkesan menghentak hentak suaranya.

Tahap inilah yang paling susah dalam merawat seekor burung MB. Kalau rawatan seputar hanya memberi makan, membersihkan sangkar, memandikan dan menjemurnya pasti semua orang pasti bisa. Memantau seekor burung MB yang sudah betul-betul siap kondisinya untuk diturunkan ke lapangan inilah sesuatu yang memang susah.

Perasaan hati yang ingin cepat-cepat membawanya ke lapangan kadang juga mempersulit keadaan yang sebenarnya. Dulu saya juga pernah mengalaminya, makanya sekarang bisa berbagi pengalaman. He…he.

Sebagai contoh saja, hati kita ini sudah mantap akan menurunkan burung milik kita pada suatu event lomba burung berkicau, tiket lombapun sudah kita bayar. Yang namanya kondisi barang bernyawa itu sama seperti pada kita manusia saja yaitu, suatu waktu kondisinya bisa menurun mendadak karena sesuatu hal. Misal pada manusia sih, tiba2 pada hari H-nya mendadak masuk angin atau terserang diare karena salah makan dan sebagainya. Nah pada burungpun bisa terjadi hal yang sama.

Sekedar berbagi pengalaman yah. Saya pernah mendengar dari senior saya saat itu bahwa burung miliknya kuat dijemur sampai 2 jam. Hati saya saat itu panas terprovokasi juga, kok burung MB milik saya cuman tahan dijemur selama 10 menit saja, setelah itu sudah kelabakan di dalam sangkarnya.

Besok-besoknya saya tambahkan waktu menjemurnya. Alhamdulillah berkat saran rekan saya itu sekarang burung milik saya sudah bertahap tahan dijemur sampai 30 menit lebih. Saya laporkan hasil ini dengan bangga kepada rekan saya. Teman saya kasih saran lagi, coba ditingkatkan lagi agar si burung bisa bertahan dijemur sampai satu jam. Saya lakukan juga sarannya. Alhamdulillah berhasil meskipun hati ini miris juga melihat burung yang kedubrakan kepanasan di dalam sangkarnya itu.

“Bro, gak apa-apa nih burungnya kelabakan kepanasan gitu?” tanya saya kepada senior saya kala itu.

“Gak apa-apa. Jangan khawatir, justru itu untuk melatih pernafasannya supaya bertambah panjang. Dilatih terus saja supaya dia tahan dijemur. Ingat, jadwal lombanya tinggal 10 hari lagi. Bikin dia supaya kuat dijemur agar panjang nafasnya,” jawabnya enteng.

Saya percaya saja, karena saat itu dia senior saya kan. Seiring dengan berjalannya waktu saya tingkatkan waktu penjemurannya sesuai dengan arahan arahannya. Saya bangga juga karena burung saya sekarang bisa bertahan dijemur lama dan sekarang tenang diam di dalam sangkarnya, tidak seperti biasanya yang kelabakan.

“Betul juga saran senior saya itu. Dikarenakan sudah terbiasa dijemur lama akhirnya si burung tenang, duduk diam di dalam sangkarnya,” guman saya di dalam hati dengan bangga.

Setelah 3 hari berikutnya si burung kehilangan rasa selera makannya, suaranya juga hilang dadakan. Boro-boro bersuara, suara cetrekannya juga hilang total tidak seperti biasanya. 2 hari setelahnya burung saya lewat, alias mati. Haddeehhh…

Itu yang saya maksud, gara-gara mengejar jadawal lomba akhirnya rawatan burung diintensivkan secara radikal sampai berdampak negativ terhadap si burung. Melawan suara hati sendiri ini yang paling susah.

Sembrani 1277, lahir pada tanggal 26 Febuari 2015, memiliki suara dasar yang super tajam. Jika sedang membawakan lagu Kenarian sangat enak untuk didengarkan. Mudah-mudahan kelak burung sesuai dengan harapan kita. Amiiinnn…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

5 Comments

  1. Trahh sembranii memang top…

  2. Haturnuhun p hj udah d posting

  3. Mantulllll pa haji👍👍👍

  4. Assalamualaikum …. bisa minta no hp nya pak haji …. saya kehilangan no hp nya ….

Tinggalkan Balasan ke Sagaf Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *